Golkar, Demokrat, PKS Raih 4 Kursi
Ditulis oleh Editor Senin, 27 April 2009 11:43
PINRANG, BKM -- Pascapelaksanaan rekapitulasi suara di KPU Pinrang, Selasa-Rabu (22/23/4) lalu, prediksi tentang siapa caleg yang akan duduk di kursi legislatif mulai bermunculan. Dari hasil penghitungan yang dilaksanakan di Aula Polres Pinrang itu, Partai Golkar, Demokrat dan PKS masing-masing meraih 4 kursi. Disusul kemudian Hanura dan PAN dengan 3 kursi.
Sementara PDIP, PDK, PBR, PSI, PKNU dan PKPI mendapatkan 2 kursi. Sedangkan PKB, PKPB, Barnas, PPI dan PPP berbagi masing-masing 1 kursi. Dengan raihan 4 kursi oleh Golkar, berarti perolehan partai ini menurun drastis dibanding periode sebelumnya. Pada pemilu 2004 lalu Partai Golkar mendudukkan 14 kadernya di DPRD Pinrang. Berarti partai pimpinan Jusuf Kalla ini harus rela kehilangan 10 kursinya di parlemen. Meski anjlok perolehan kursinya di dewan, namun partai besar ini masih memimpin perolehan suara sementara, yakni 17.821. Disusul kemudian Partai Demokrat 14.713 dan PKS 13.052. Di sisi lain, partai yang sebelumnya tidak menempatkan kadernya di legislatif, kini mampu meraih suaar signifikan. Begitu juga partai yang sebelumnya hanya mampu memperoleh satu kursi, sekarang bertambah perolehan kursinya. PSI misalnya, berhasil menambah satu kursinya di dewan. Begitu juga PDIP, yang pada periode sebelumnya hanya 1 kadernya duduk sebagai anggota dewan, sekarang menjadi 2. Partai Demokrat sebagai pemenang pemilu secara nasional, sekarang mampu mendudukkan 4 orang kadernya di dewan. Sebelumnya tak satupun mewakili partai ini di dewan. Sementara partai baru semacam Hanura langsung membuta gebrakan dengan menempatkan 3 wakilnya di DPRD. Sementara PKNU 2 orang. Sekretaris Lembaga Komunikasi Kajian untuk Tranparansi (el-Sijatra) Kabupaten Pinrang, Gunawan melihat, secara umum pelaksanaan pemilu legislatif di daerah ini telah berjalan seperti yang diharapkan, meski terjadi penghitungan ulang di TPS 1 Dusun Tana Citta 2, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa. Begitu juga dengan riak-riak yang menduga terjadinya kecurangan. Bahkan pada rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPU Pinrang, terjadi ketegangan. Namun itu semua tidak menghalangi tahapan yang ada. Proses penghitungan tetap dilanjut hingga penetapan perolehan suara partai politik oleh KPU Pinrang. ''Keterwakilan kaum perempuan di legislatif menunjukkan sebuah kesuksesan demokrasi di daerah ini. Perempuan mampu masuk ke parlemen meski baru beberapa orang,'' ujarnya. ((K1/rus))
Sumber : www.beritakotamakassar.com
| Komentar |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



