Panwas-KPU Pangkep Bubarkan Acara PKS
Terakhir Diperbaharui (Kamis, 01 Januari 2009 16:18) Ditulis oleh Web Master Kamis, 01 Januari 2009 16:15
Penyerahan Penghargaan Terhadap Guru dan Tokoh Dinilai Kampanye Terbuka
Makassar, Tribun - Penganugerahan penghargaan PKS terhadap guru dan tokoh berprestasi Pangkep di Alu-alun Citra Mas, Pangkep, Rabu (31/12), batal dilaksanakan. Pasalnya, panitia pengawas pemilu (panwaslu) dan KPU setempat meminta panitia membatalkan acara karena dinilai berbau kampanye.
Acara yang menghadirkan anggota DPR RI Tamsil Linrung dan Bupati Pangkep Syafrudin Nur itu dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 hingga selesai. Saat massa mulai berkumpul, Ketua Panwaslu Pangkep Dr Anwar Borahima dan Ketua Pokja Pencalegan KPU Pangkep, Haniah, mendatangani lokasi dan meminta panitia membatalkan acara.
"Kami menilai acara itu sudah berbentuk kampanye karena terpajang foto, nama, dan nomor urut caleg," tegas Haniah diamini Anwar.
Selain itu, panitia juga dinilai terlambat menyampaikan surat penyampaian ke KPU dan panwas. "Surat panitia kami terima tadi pagi (kemarin pagi), beberapa saat sebelum acara dimulai. Saya minta maaf kepada teman-teman PKS acara terpaksa kami bubarkan karena melanggar administrasi dan aturan pemilu," jelas Haniah.
Koordinator Dakwah PKS Wilayah Pangkep, Albahri, mengaku kecewa dengan sikap KPU. Dia mempertanyakan keberadaan atribut caleg lain yang masih terpajang.
"Saya kira banyak partai lain yang melanggar cuma tidak terekpos. Mengapa jika PKS sedikit saja salah langsung ditindak. Panwaslu meminta kami menurunkan atribut, mengapa atribut lain tidak diturunkan," tutur Albahri.
Caleg DPRD Pangkep dari PPP yang minta dirahasiakan identitasnya menilai sikap panwas membubarkan acara PKS sangat berlebihan. Dia juga simpati pada PKS yang sudah menurunkan atributnya yang terpajang di tiang listrik. "Justru banyak atribut caleg Golkar yang terpajang di tiang listrik dan tidak diturunkan," katanya.
Tangal 10 Desember lalu, caleg DPR RI dari Partai Demokrat, Jafar Hafsah, mengumpulkan semua penyluh pertanian di Kantor Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian Pangkep.
Dalam acara itu, Jafar membagi-bagikan kartu nama dan atributnya ke para penyuluh. "Kenapa panwas tidak melarang hal itu dan membiarkannya," ujar sumber lain.(bie)
Bupati-Tamsil Hanya Bertemu di Rujab
LEGISLATOR DPR RI, Tamsil Linrung, kecewa di kampung halamannya sendiri, Rabu (31/12). Niat berilaturahmi dengan para guru berprestasi dan tokoh masyarakat di Alu-alu Citra Mas tak kesampaian. Panwas dan KPU meminta acara dibubarkan karena dinilai berbau kampanye.
Tamsil sudah berada di Rumah Jabatan Bupari (Rujab) Pangkep dan asyik berbincang dengan Bupati Syafrudin Nur. Saat bersiap-siap ke alun-alun, panitia mendatangi mereka dan menyampaikan batal dilaksanakan di alun-alun dan dipindahkan ke Rumah Makan Palampang, Pangkep.
"Ini pelajaran bagi teman-teman agar ke depan koordinasi dilaksanakan dengan baik agar tidak terjadi hal seperti ini," ujar Tamsil kepada pengurus PKS. Tamsil dan Syafrudin tidak datang ke Rumah Makan Palampang.(bie) (dikutip dari www.tribun-timur.com)
| Komentar |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



