Pengunjung

    Kami memiliki 2 Tamu online















Koalisi LSM Laporkan Caleg Ke Panwaslu

Perhatian, buka di jendela baru. PDFCetakE-mail

Diduga Lakukan Aksi Money Politic
 
JENEPONTO, Upeks--Caleg dari Partai Bulan Bintang nomor urut 1 Dapil 2 (Batang, Tarowang, Arungkeke, Kelara Rumbia) atas nama Masudi Dg La'lang diadukan ke Panwaslu Kecamatan Batang oleh Koordinator Koalisi LSM Penegak Demokrasi Anti Korupsi, Hasan Basri SH.


Masudi dilaporkan lantaran ditemukan membagikan sekitar 700 zak pupuk bersubsidi kesejumlah warga di Desa Bontoujung, Kecamatan Tarowang, Desa Kaluku dan Desa Cambacamba. Menurut Hasan Basri modus operandi yang dilakukan oleh oknum caleg tersebut bergaya komunis, karena sengaja membagikan pupuk kesejumlah warga dengan kontrak politik. "Jika dirinya tidak duduk sebagai anggota DPRD Jeneponto pupuk tersebut harus dibayar, namun jika berhasil duduk sebagai anggota DPRD, maka pupuk tersebut gratis," kata Hasan Basri kepada Upeks di kediamannya Camba-Camba senin (16/2) lalu. Hasan mengakui, dalam temuannya pupuk tersebut didrop ke rumah warga dengan catatan jika jumlah wajib pilih 2 hingga 3 suara warga diberikan dua zak pupuk, 4 hingga 5 suara diberi pupuk 3 zak. Namun yang menjadi pertanyaan dimana pupuk bersubsidi diperoleh, soalnya semua pupuk bersubsidi yang tersalur harus melalui rencana defenitif kerja kelompok (RDKK) tani yang ada di wilayah masing-masing. Terkait laporan tersebut Sekretaris Panwaslu Kecamatan Batang, Taufan Kr Sapa, mengakui pihaknya telah memanggil tim caleg tersebut di Bontoujung yang bernama Sarro, selanjutnya barang bukti sekitar 60 warga telah mengaku menerima pupuk dari oknum caleg terebut. Masudi Dg La'lang yang dikonfirmasi Upeks di kediamannya Desa Maccinibaji, Senin (16/2) lalu membantah tudingan tersebut. "Tidak ada pembagian pupuk untuk urusan caleg apalagi untuk mendapatkan suara, melainkan sejumlah ketua kelompok tani di Desa Bontoujung yang bernama Sarro, memberikan RDKK kepada saya untuk dibantu menyalurkan pupuk bersubsidi karena dana ketua kelompok tani tidak ada jadi saya yang tutupi, termasuk kelompok tani di Kaluku dan camba-camba, saya semua yang bayarkan pupuknya. ”Nah di sini saya bilang tolong kami didukung suaranya karena kami bantu masyarakat. Jadi sekali lagi pupuk tersebut dari RDKK para ketua kelompok tani, bukan ilegal," tegas Masudi. (Agus. SH)

Sumber  :   www.ujungpandangekspres.com

Komentar
Tambah Komentar Baru
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Ketikkan kode yang ada di gambar.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."