Sosialisasi KPU Diwarnai Walk Out Peserta
Ditulis oleh Editor Jumat, 13 Februari 2009 07:55
WATAMPONE, BKM -- Sosialisasi pemilu yang berlangsung di kantor KPU Kabupaten Bone, Kamis (12/2) siang berlangsung seru. Para peserta yang hadir terlibat perdebatan seru dengan anggota KPU dari Pokja Pemilu. Mereka masing-masing mempertahankan pendapatnya.
Agenda awal sosialisasi membahas tentang pelaksanaan pemilu. Namun dalam perkembanganya, pembicaraan melenceng dan kian melebar. Yang muncul ke permukaan justru sejumlah kasus yang dinilai sebagai tindakan pelanggaran. Dan yang jadi sasaran kesalahan adalah Panwas dan KPU. Peserta yang hadir menyoroti kinerja Panwas. Mereka menilai selama ini pengawasan Panwas sangat lemah. Sementara Panwas menyalahkan KPU yang tidak tanggap dalam merespon serta menindaklanjuti setiap laporan dari Panwas. Tim Pokja Pemilu yang terdiri dari 3 anggota KPU masing-masing Muhiyyin, Yusnan dan Hernida, di sela-sela sosialisasi yang mereka lakukan sibuk membela diri. Akhirnya banyak diantara peserta yang diundang mengikuti sosialisasi memilih meninggalkan ruangan. Andi Idris, salah seorang caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB), mengatakan KPU sebenarnya hanya mau enaknya. Sosialisasi yang dilakukan sangat minim, dan pengawasannya lemah. ''Apakah itu betul jika kampanye sebuah partai dilakukan di rumah jabatan bupati? Padahal setahu saya itu adalah fasilitas dinas. Kalau dikatakan itu hanya sosialisasi, kenapa mesti di rumah jabatan bupati. Lalu kenapa KPU tidak menegurnya. Jika satu partai bisa lakukan itu, berarti kita dari partai lain juga bisa. Kalau kita tidak diizinkan, itu berarti KPU sudah diskriminatif,'' kata Idris. Idris yang walk out dari ruangan tempat sosialisasi menilai, sepertinya anggota KPU Bone tidak serius dalam bekerja. Juga tidak tegas dalam bersikap. "Banyak pegawai negeri yang berkampanye memanfaatkan jabatannya. Ada anggota dewan yang memanfaatkan istrinya berkampanye, karena istrinya adalah PNS. Seharusnya yang dilakukan adalah menghentikan semua itu. Jangan justru melakukan sosialisasi, sementara kecurangan makin menjadi-jadi,'' ketus Idris lagi. (K12/rus)
Sumber : www.beritakotamakassar.com
| Komentar |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



