Kampanye SBY di Bone Meriah
Ditulis oleh Editor Minggu, 05 Juli 2009 14:47
WATAMPONE(SI) – Kampanye calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) SBYBoediono putaran terakhir dilakukan di kampung halaman Jusuf Kalla (JK) di Watampone,kemarin. Kampanye yang dilakukan di Aula Hotel Wisata tersebut berlangsung meriah. Para juru kampanye membakar semangat para pendukung dengan menyatakan tidak akan takut berada di “kandang” lawan.
Dalam orasi politiknya,Ketua Gerakan Pro-SBY (GPS) Sulsel, Diza Ali, juga sempat me-nyinggung kejadian yang sempat memanas dalam dua hari terakhir ini,yakni pernyataan Andi Alifian Malarangeng tentang “Belum saatnya orang Sulsel menjadi presiden”. Menurut adik kandung Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Reza Ali ini,Alifian justru tidak mengeluarkan kata-kata tersebut, tapi banyak orang yang salah menafsirkan pernyataan tersebut.Apalagi, pernyataan Alifian ini hanya pernyataan biasa sehingga tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Menurutnya, hal itu hanya sengaja dipolitisasi kontestan tertentu untuk menaikkan rating. “Alifian sebenarnya tidak pernah bermaksud melecehkan masyarakat Sulsel. Buktinya, tidak semua orang Sulsel tersinggung,”ujarnya. Dia juga menyatakan pernyataan Alifian ini karena sebelumnya ada yang menyatakan bahwa orang Sulsel yang tidak memilih orang Sulsel adalah pengkhianat sehingga Alifian menyatakan belum saatnya memilih orang Sulsel. Dalam orasinya sekitar lima menit itu,Diza mengupas kembali pernyataan tokoh berdarah Bugis itu yang justru bermaksud baik terhadap pembangunan Indonesia lima tahun ke depan dengan memilih duet purnawirawan TNI dan mantan kepala BI itu. Apalagi, Alifian tidak boleh disalahkan karena berbicara dalam konstituennya.Yang harus disalahkan, jika Alifian melontarkan kata-kata tersebut di muka umum. Menurut dia, orang Sulsel adalah orang merdeka sehingga bebas memilih, terutama masyarakat Bone. “Kita saat ini sedang memilih presiden terbaik, bukan memilih kepala suku,”tandasnya. Kampanye dialogis yang digelar itu juga dihadiri Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Syamsul Mapareppa yang juga Koordinator Sulsel, jurkam daerah Adnan Yasin Limpo,Ketua DPD Demokrat Sulsel Reza Ali, serta jurkam partai pendukung lainnya. Menurut Adnan, pihaknya tetap memperjuangkan satu putaran karena dengan cara itulah bisa menekan pengeluaran sekitar Rp2,5 triliun. Dengan kata lain, uang tersebut masih bisa digunakan untuk kepentingan lain, seperti memberikan bantuan bagi orang yang membutuhkan. Sebelum acara dimulai, sempat memancing emosi pendukung, sebab salah satu pendukung JK-Win melintas di jalan saat pembagian kaus. Dia mengacungkan tiga jarinya yang menandakan pendukung JK-Win. Beruntung, polisi yang bertugas mengawal kampanye itu langsung bertindak sehingga tidak terjadi insiden. Ketua Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Sulsel, H Bahtiar,menyayangkan pernyataan Alifian yang dinilai sangat melukai perasaan orang Sulsel. Dia memperingatkan Alifian jangan hanya mengejar jabatan sehingga melupakan kampung halamannya di Bone. “Kami tetap independen dalam menghadapi pilpres ini.Kami sangat menyayangkan pernyataan yang tidak pantas keluar dari mulut orang yang berpendidikan seperti dia,”jelas Bahtiar. (rahmi djafar)
Sumber : www.seputar-indonesia.com
| Komentar |
|
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|



